Belajar Bahasa Arab Sebagai Salah Satu Bukti Kecintaan Kita Kepada Allah

Seseorang yang jatuh cinta tentu akan sangat bahagia bila mendapat surat cinta dari kekasihnya.. Ia akan sangat menikmati ketika membacanya.. Ia perhatikan kalimat demi kalimat, kata demi kata, bahkan sampai huruf demi hurufnya.. Ia ulang-ulang membacanya sampai benar-benar memahaminya.. Ia tentu akan sangat bersedih kalau surat cintanya ditulis dengan bahasa yang tidak dipahaminya.. Ia akan berusaha mempelajari bahasa tersebut agar bisa memahami maksudnya…

Sementara sebagian Kita meski tahu bahwa Allah Azza Wa Jalla melalui perantara kekasih-Nya dan kekasih kita semua, habibuna wa sayyiduna Muhammad shalallahu alaihi wasallam telah mengirimkan pesan-pesan cinta-Nya dalam Al Qur’an yang bisa mengantarkan kita ke Surga-Nya dan menjauhkan kita dari neraka-Nya, tetapi bersikap biasa saja sekalipun kita tidak memahami bahasanya.

Duhai dimanakah bukti cinta kita.. Cinta macam apa yang kita maksud? Kalau sekiranya tidak ada alasan lain belajar bahasa Arab selain karena kita ingin berusaha memahami mutiara indah dari firman Allah Azza wa Jalla serta pesan indah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam maka itu CUKUP.

Semoga Allah mudahkan kita semua dalam mempelajari bahasa Arab.

(كِتَـٰبٌ أَنزَلۡنَـٰهُ إِلَیۡكَ مُبَـٰرَكࣱ لِّیَدَّبَّرُوۤا۟ ءَایَـٰتِهِۦ وَلِیَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ)
Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.

[Surat Shad 29]

www.kampungbahasaarab.com

#KampungBahasaArabBISA
#BelajarIslamDanBahasaArab
#KampungAlQuranBISA

Berpikir di luar kebiasaan

Salah satu cara berpikir yang sangat bermanfaat di zaman dimana segala sesuatu berubah dengan begitu cepat adalah mencoba untuk berpikir di luar kebiasaan orang. Dengan begitu, akan lahir ide-ide baru yang segar. Pemikiran semacam ini di banyak kasus terbukti menjadi strategi jitu menghadapi masalah pelik dan seringkali menjadi faktor penentu kemenangan.
 
Tentu kita ingat kisah hijrah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu dari Mekkah ke Madinah. Coba liat di peta Arab Saudi. Madinah ada di Utara Mekkah. Alih-alih langsung menuju arah utara, Nabi Muhammad malah berjalan ke arah selatan dan bersembunyi di gua tsur baru kemudian melewati jalan-jalan yang tidak dilewati umumnya orang Mekkah yang ke Madinah. Ini dilakukan untuk mengelabui kafir quraisy yang tengah berupaya menangkap dan membunuh Nabi. Hasilnya? Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar tiba dengan selamat di Madinah.
 
Masih di zaman nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, Abu Sufyan ketika belum memeluk Islam dengan pongahnya memimpin 10.000 pasukan koalisi kafir , sebuah rekor jumlah terbesar pasukan yang pernah ada di masa itu. Sementara pasukan muslimin hanya berjumlah 3.000 pasukan. Datang dengan penuh semangat dengan pasukan kavaleri besar yang dipercaya bisa menghancurkan kekuatan kaum muslimin. Setibanya di Madinah, pasukan kafir tercengang, ada parit dengan lebar 4,6 meter dan kedalaman 3,2 meter yang sulit dilewati oleh pasukan kavaleri sekalipun apalagi infantri. Hasilnya? Setelah hampir 1 bulan berupaya melewati parit, pasukan kafir akhirnya menyerah dan kembali ke Mekkah tertunduk hina setelah Allah kirimkan angin besar yang memporak-porandakan tenda-tenda mereka.
 
Kisah lain yang tercatat dalam sejarah, Ketika Muhammad Al Fatih, Penakluk Konstantinopel (Turki) memerintahkan untuk memobilisasi puluhan kapal perangnya melewati bukit! Sebuah ide jenius yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Pasukan romawi berpikir dengan memblokade selat dengan rantai besar, tidak ada satupun kapal musuh yang bisa masuk ke daerah kekuasaan mereka. Tidak pernah terpikir oleh mereka bahwa ada orang normal yang mau berpikir gila untuk mendorong kapal mereka melewati bukit yang menanjak, menebang pohon yang menghalangi jalan, dan mengembalikan kembali kapalnya ke perairan tanpa merusak kapalnya, dan itu semua hanya dilakukan dalam 1 malam! Hasilnya? Dengan ijin Allah, sebuah wilayah yang telah dikuasai Romawi 11 abad lamanya akhirnya jatuh ke tangan muslimin.
 
Dari kisah-kisah di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa berpikir di luar kebiasaan akan memberikan jalan keluar di luar dugaan. Tentu masalah kita bukan masalah hidup-mati seperti yang kisahnya kita sebutkan di atas. Terkadang kita hanya perlu diam sejenak, menghela nafas, dan berpikir sejenak, apa langkah di luar kebiasaan yang belum kita ambil? Semoga bermanfaat.
 
#SerialMotivasiIslami